Cinextur

Belajar Online

Pengamat, Sinergi Telkomsel dan Gojek akan memperkuat ekosistem digital
Teknologi

Pengamat, Sinergi Telkomsel dan Gojek akan memperkuat ekosistem digital

Cinextur – Telkomsel telah menanamkan modal di Gojek sebesar 150 juta dolar atau setara dengan sekitar 2,1 triliun rupee. Kedua perusahaan memutuskan untuk bekerja sama memperkuat posisinya di Indonesia dan bekerja sama untuk mempercepat transformasi digital tanah air.

Kesepakatan antara Telkomsel dan Gojek dinilai akan selesai pada waktunya. Pasalnya, Gojek pada dasarnya memasuki babak baru di mana ekosistem bisnis perusahaan mulai mencatatkan margin positif.

Analis pasar modal Fendi Susiyanto mengatakan masuknya Telkomsel ke Gojek semakin mempercepat digitalisasi ekonomi Indonesia.

Berkat dukungan infrastruktur dan jaringan matang Telkomsel yang menjangkau berbagai wilayah, kerja sama dengan Gojek juga akan berdampak positif bagi peningkatan kegiatan ekonomi yang paling efektif.

“Telkomsel sudah menerapkan strategi yang tepat dengan mengikutsertakan Gojek. Ekosistem bisnis Gojek sudah matang dan memiliki potensi pasar yang sangat tinggi, sehingga perilakunya bisa dioptimalkan sebagai sumber pendapatan baru bagi Telkomsel, “kata Fendi dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020).

Dengan pertumbuhan bisnis data dan digital, ekosistem Gojek yang memiliki jutaan pengguna, pengemudi, dan pebisnis merepresentasikan potensi pasar yang menguntungkan.

“Berkat efisiensi ekosistem Gojek yang juga membaik saat pandemi, Telkomsel seharusnya bisa lebih meningkatkan pendapatan digitalnya. Bekerja sama dengan pemimpin pasar industri akan selalu baik untuk pasar dan operator itu sendiri, ”kata Fendi.

Layanan Asisten Telkomsel: https://www.republikseo.web.id/tanya-veronika-asisten-virtual/

Transaksi Gojek meningkat 10 persen

Co-founder Gojek Andre Soelistyo baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaan menghasilkan keuntungan operasional di luar biaya kantor pusatnya (margin input positif) selama pandemi. Artinya setiap transaksi Gojek menghasilkan arus kas yang belum dipotong dari biaya kantor pusat.

“Investasi tersebut merupakan kombinasi dari pembiayaan eksternal dan arus kas internal. Kalau ada untung per produk, investasi yang kita lakukan tidak hanya dari luar. Mulai tahun ini investasi bisa dihasilkan dari arus kas internal yang sangat penting, ”jelas Andre.

Gojek mengumumkan pondasi perusahaan di tahun 2020 akan semakin kuat karena didukung oleh total nilai transaksi di platform Gojek Group (gross transaction value / GTV) yang mencapai $ 12 miliar atau sekitar Rp 170 triliun, meningkat 10% dibandingkan sebelumnya. tahun.

Salah satu faktor penyebabnya adalah transaksi pengguna aktif bulanan Gojek (pengguna aktif bulanan) yang mencapai 38 juta pengguna di seluruh Asia Tenggara.

Bisnis digital Telkomsel sedang meroket

Sementara untuk Telkomsel, pendapatan digitalnya meningkat 23,1% (y / y / y) menjadi Rp 58,24 triliun pada 2019.

Di tengah pandemi yang memicu resesi di Indonesia hingga kuartal III 2020, pendapatan bisnis digital Telkomsel tumbuh 10,6% menjadi Rp 47,66 triliun. Pendapatan digital ini mewakili 73,2 persen dari total pendapatan Telkomsel.

Hasil Telkomsel didorong oleh lebih dari 170 juta pelanggan. Dari jumlah tersebut, terdapat 117,3 juta pelanggan data seluler, meningkat 4,6% dibanding periode yang sama tahun 2019.

Investasi Telkomsel di Gojek terus mendapat dukungan. Kolaborasi strategis ini diyakini akan semakin mempercepat perkembangan ekosistem digital di Indonesia.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk David Sumual mengatakan, pandemi saat ini membutuhkan kolaborasi antara dua pemimpin pasar di sektornya masing-masing. Sinergi Telkomsel dan Gojek akan mendukung ekosistem digital yang terbukti berkembang pesat di tengah pandemi Covid-19.

“Selama pandemi, ekonomi digital berkembang pesat. Jadi sinergi antara Telkomsel yang bergerak di bidang telekomunikasi dengan perusahaan on demand seperti Gojek akan berdampak positif karena bisa saling menguatkan, ”ujarnya, dikutip Kamis (19/11/2020).

Baja Juga: http://al200finale.org/kode-mmi-telkomsel-tidak-valid-artinya/

Lebih lanjut, lanjutnya, dinamika tersebut juga sangat tepat, mengingat sektor TIK merupakan salah satu sektor yang mencatatkan pertumbuhan dua digit pada dua kuartal pertama tahun ini. Langkah ini juga didukung oleh perencanaan matang Telkomsel untuk pengembangan ekosistem digital ini dengan memperkuat infrastrukturnya.

“Setidaknya [melalui kolaborasi ini] mereka bisa berkolaborasi di bidang infrastruktur, kemudian hardware dan software dan sebagainya. Infrastruktur diperlukan untuk pengembangan ekosistem digital, “ujarnya.

Selain itu, David melihat prospek yang baik untuk berinvestasi di Gojek, mengingat selama ini banyak investor yang menanamkan modalnya dan nilai investasinya terus meningkat.

“Kerja sama entitas korporat seperti Telkomsel dan Gojek sangat diperlukan dalam iklim bisnis saat ini. Itu normal dan normal, “tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat perayaan ulang tahun ke-10 Kamis lalu (12/11), Gojek mengumumkan bahwa pondasi perusahaan pada tahun 2020 semakin menguat, didukung oleh total nilai transaksi di platform grup Gojek (gross value of the – GTV), yang mana mencapai $ 12 miliar (sekitar Rp 170 triliun), meningkat 10% dibandingkan tahun lalu.

Kumpulan Trik Telkomsel http://debrarealtor.com/kumpulan-trik-paket-murah-telkomsel/

Salah satu faktor penyebabnya adalah transaksi pengguna aktif bulanan Gojek (pengguna aktif bulanan) yang mencapai 38 juta pengguna di seluruh Asia Tenggara.

Sementara itu, GTV layanan pembayaran digital, GoPay, kini telah melampaui total GTV di era pra pandemi, seiring semakin banyaknya konsumen dan merchant yang beralih ke layanan digital dan bertransaksi secara online.

Banyak pihak yang meyakini kemampuan Gojek mencatatkan margin kontribusi positif merupakan keberhasilan perusahaan dalam negeri meninggalkan strategi yang identik menghamburkan uang di kalangan startup untuk mendorong pengembangan bisnis yang berkelanjutan.