Cinextur

Belajar Online

Teknologi Perang Canggih Yang Terinspirasi Dari Video Game
Teknologi

Teknologi Perang Canggih Yang Terinspirasi Dari Video Game

Cinextur –┬áBerbagai jenis permainan baru yang masuk ke pasar adalah bukti bahwa jumlah pemain terus bertambah setiap tahun. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap bahwa game memiliki pengaruh yang buruk. Game kekerasan seperti GTA sering dianggap sebagai penyebab penembakan di seluruh dunia.

Padahal, game punya banyak keuntungan positif. Selain latihan bertindak cepat, game juga merangsang otak untuk bekerja lebih baik. Selain manfaat psikologis, game terkadang menginspirasi orang-orang di industri tertentu. Salah satunya adalah industri militer yang selalu berusaha menciptakan peralatan dan teknologi yang canggih untuk keperluan pertahanan dan perang.

Tidak jarang industri militer mengambil inspirasi dari video game untuk menciptakan teknologi dari berbagai judul video game populer. Teknologi apa, geng?

1. Medpack untuk penyembuhan luka segera

Saat kamu bermain dan karakter kamu terluka, biasanya karakter tersebut menggunakan kotak P3K atau P3K untuk menyembuhkan lukanya secara instan.

Namun, kita tidak bisa melakukan ini di dunia nyata. Luka tembak tidak akan sembuh selama dibalut dan diberi alkohol.

Joe Landolina menciptakan gel bernama Vetigel yang menutup luka terbuka dan segera menghentikannya. Geng yang sangat canggih!

2. Tujuan otomatis untuk membidik otomatis

Jika Anda adalah seorang gamer Free Fire, oleh karena itu Anda sering harus melawan pemain PUBG Mobile. Tujuan otomatis membantu pemain menargetkan musuh tanpa ketinggalan.

Fitur ini menginspirasi para ilmuwan untuk membuat senjata pembidik otomatis yang sebenarnya. Sebuah perusahaan bernama Tracking Point memproduksi senjata dengan karakteristik yang sama.

Senjata yang disebut XS1 akan memberi Anda petunjuk tentang cara mengarahkan laras senjata ke arah tertentu. Senjata ini juga memperhitungkan jarak dan angin, jadi tembakanmu tidak akan meleset.

3. Ledakan granat yang dapat diprogram

Jika Anda pernah memainkan game perang Gears of War, Anda mungkin akrab dengan granat yang dapat diprogram, bukan?

Beberapa ilmuwan mencoba memainkan permainan ini dan terinspirasi untuk membuat peluncur granat dengan granat yang dapat diprogram yang disebut XM-25 Counter Defilade Target Engagement (CDTE).

Granat ini dapat diprogram untuk meledak di udara di lokasi tertentu. Granat ini akan meledak di atas kepala musuh dan menembakkan proyektil fragmentasi yang membunuh banyak musuh sekaligus.

4. Kehidupan ekstra

Saat Anda memainkan game arcade, Anda memiliki banyak nyawa, yang akan berkurang jumlahnya jika Anda mati dalam game.

Di dunia nyata, saat Anda mati, Anda tidak akan hidup lagi. Namun, beberapa ilmuwan di seluruh dunia mengembangkan kehidupan ekstra dengan bantuan android atau robot humanoid.

Data yang berisi ingatan, emosi dan pikiran orang yang sudah meninggal akan ditransfer ke otak android. Teknologi ini diyakini bisa membuat manusia hidup selamanya meski tubuh mereka sudah mati.

5. Meningkatkan kekuatan untuk meningkatkan kekuatan mental

Di dalam game FPS bernama Bioshock, terdapat item booster bernama Plasmid yang berfungsi untuk memberikan kemampuan telekinesis atau psikokinesis ke karaktermu.

Tidak ada posisi seperti itu di dunia nyata. Tetapi ada obat-obatan tertentu, seperti Adderal dan Ritalin, yang telah terbukti meningkatkan konsentrasi dan kekuatan mental.

Para ilmuwan juga baru-baru ini menemukan obat yang disebut Modafinil yang akan membuat Anda tetap berenergi selama 40 jam tanpa mengurangi kewaspadaan.

Namun Modafinil kini juga dipasarkan ke konsumen guna mengatasi rasa kantuk yang berlebihan saat pengguna hendak berolahraga.

6. Mengontrol karakter

Dalam video game, Anda mengontrol bagaimana karakter Anda berperilaku dan berperilaku. Namun, para ilmuwan tidak senang dengan fakta bahwa itu hanya mengontrol orang-orang digital.

Ilmuwan di laboratorium iBionics di North Carolina State University telah berhasil melakukan eksperimen untuk mengendalikan beberapa kecoa dengan komputer.

Menurut ilmuwan, hewan ini bisa dimanfaatkan manusia untuk memasuki celah-celah sempit tempat bersembunyi musuh. Meskipun kedengarannya mahal, tikus yang dikendalikan hanya berharga sekitar $ 40 per grup.

Sumber: https://majapahit.id/